Jurnal7.com|Produk teh Indonesia sejatinya menjadi salah satu yang memiliki kualitas terbaik di dunia. Bagi
Indonesia, teh berperan penting sebagai penyumbang devisa negara, pengentasan kemiskinan
masyarakat desa, dan pelestarian lingkungan. Menurut data Kemenko Perekonomian pada tahun
2020, Indonesia menduduki peringkat ketiga belas eksportir teh terbesar dunia yang memasok 45.265
ton teh atau senilai US$ 96.326 ribu.
Hampir separuh (46%) perkebunan teh Indonesia digarap oleh petani, sedangkan 34% dikelola oleh
negara dan 20% dikelola oleh swasta. Meskipun mempunyai area perkebunan terluas, ironisnya
produktivitas kebun teh rakyat justru yang paling kecil. Dari 144.064 ton produksi teh kering Indonesia
pada 2020, 40% dihasilkan oleh Perkebunan Besar Negara, 35% oleh Perkebunan Rakyat, dan 25% oleh
Perkebunan Besar Swasta (BPS 2021).
Di sisi lain, pengolahan mandiri untuk memotong rantai pasok belum banyak dilakukan oleh kelompok
dan koperasi tani. Alasannya beragam, mulai dari akses modal susah, manajemen kurang, hingga
dependensi pada bantuan pemerintah dan lembaga pendamping.
Untuk bertahan di tengah himpitan permasalahan tersebut perwakilan para petani teh dari 14
kabupaten dari Jawa Barat dan Jawa Tengah berinisiatif melakukan gerakan bersama untuk
membentuk Paguyuban Tani Lestari pada tahun 2016. Tujuan dari pembentukan paguyuban ini untuk
mendorong para petani terus meningkatkan pengelolaan dan perawatan kebun teh untuk
meningkatkan produktivitas dan menghasilkan pucuk berkualitas.
Paguyuban Tani Lestari merupakan forum petani teh dari wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah yang
terbentuk pada pertengahan tahun 2016 atas inisiatif dari Business Watch Indonesia (BWI). Bersama
Paguyuban Tani Lestari, anggota petani berusaha untuk memperbaiki diri melalui serangkaian program
pembinaan untuk kemandirian, dengan harapan petani mendapatkan manfaat kebaikan, nilai tambah
petani serta perbaikan kehidupan kelompok tani secara berkelanjutan
Namun demikian, para petani dan Pguyuban Tani Lestari membutuhkan dukungan dari berbagai pihak
untuk melakukan perbaikan-perbaikan tersebut. Saat ini Asosiasi Kafe dan Resto (AKAR) Jawa Barat
tertarik untuk mendukung para petani the Indonesia dengan bekerjasama dengan Paguyuban Tani
Lestari untuk memasarkan dan mengkampanyekan produk-produk teh petani anggota Paguyuban Tani
Lestari. Pekan Teh Rakyat 2023 di Bandung menjadi momen penandatanganan MoU antara AKAR
(Asosiasi Kafe dan Resto) dengan Paguyuban Tani Lestari.
Harapan para petani teh Indonesia, dukungan AKAR dapat menginspirasi stakeholder-stakeholder yang
lain untuk mendukung para petani teh Indonesia untuk melestarikan sektor teh Indonesia.
Acara yang berlangsung di Rumah Kentang, Kamis (22/6/2023), diramaikan dengan kompetisi Mixtealogi yaitu kompetisi meracik teh, diikuti 10 Peserta yang sebagian besar pegawai cafe dan resto di Kota Bandung.
Kompetisi ini memperebutkan total hadiah 7 Juta rupiah, ungkap Vicky (PIC), dan akan berlangsung hingga Jumat 23/6/2023.
Deetje
Komentar